Suzuki
3 May, 2019

Jakarta – Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (APROBI) siap mendukung rencana pemerintah dalam rangkaian uji jalan (road test) kendaraan berbahan bakar biodiesel campuran 30% atau B30.

Hal tersebut diungkapkan Master Parulian Tumanggor, Ketua Umum APROBI, di Jakarta.

Lebih lanjut, menurut Tumanggor, uji jalan tersebut turut membangkitkan nasionalisme Indonesia karena biodiesel ini produk buatan dalam negeri. Manfaat yang diberikan sangatlah besar untuk penghematan devisa dan menekan impor bahan bakar minyak bumi.

Berdasarkan analisa APROBI, jika B30 ini direalisasikan maka penggunaan crude palm oil (CPO) untuk dalam negeri bisa bertamabah antara 9 – 10 juta ton. “Bahkan B30 ini dapat menghemat impor minyak solar sekitar 55 juta barel per tahun,” harap Tumanggor.

Sementara itu, Paulus Tjakrawan Ketua Harian APROBI menambahkan, uji jalan kendaraan B30 akan menempuh jarak 40 ribu kilometer mulai dari Lembang, Cirebon sampai Guci (Tegal). Melalui hasil uji jalan diharapkan menjadi rujukan pemerintah dalam membuat keputusan B30.

“Pelaksanaan uji jalan diharapkan selesai pada September 2019. Harapan kami bisa lebih cepat di bulan Agustus. Karena uji ini menambah volume biodiesel. Tidak ada penambahan komponen baru,” kata Paulus.

Lebih dari itu, menurut Paulus, dari kalangan pelaku otomotif melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) juga telah memberikan dukungannya. Disana ada 11 (jenis-red) mobil dan truk.Kabarnya kendaraan ini sedang menjalani tahapan bongkar mesin (over haul) oleh tim rating.

Bongkar mesin ini dilakukan untuk membersihkan mesin mesin agar siap dan sesuai bagi penggunaan B30. “Mesin dibongkar semua mulai dari tangki, pipa semua dibuka dan dibersihkan. Kegiatan ini sudah mulai 29 April 2019 lalu,” papar Paulus.

“Tes jalan ini tidak sebatas coba-coba tetapi melewati rangkaian riset mendalam dan komprehensif. Kendaraan akan melewati berbagai medan jalan seperti dataran rendah, tinggi, bermacam klimat, jalan yang naik dan turun, lalulintas padat, dan jalan tol. Tujuannya mendapatkan hasil uji jalan terbaik dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Paulus.

Seiring dengan rencana B30, investasi juga bertambah. Paulus mengatakan ada tiga perusahaan berinvetasi di sektor biodiesel. Satu perusahaan membangun kapasitas produksi baru sebesar 300 ribu Kl. Dua perusahaan meningkatkan kapasitas yang sudah ada (eksisting), masing-masing sebesar sebesar 300 ribu kl. Sehingga total tambahan sebanyak 900 ribu kl.

Saat ini, kapasitas produksi biodiesel nasional baru 12 juta Kl. Dengan adanya investasi baru tadi, maka kapasitas produksi dapat mencapai 12,9 jut Kl. Penambahan kapasitas industri biodiesel ini untuk mengantisipasi kenaikan permintaan biodiesel di pasar domestik, termasuk ekspor ke luar negeri.

Untuk mengatasi tersebut, sebanyak tiga perusahaan produsen biodiesel mengaku akan menambah kapasitas produksi masing-masing sebesar 300 ribu kl. Sehingga total tambahan sebanyak 900 ribu kl.

Paulus menjelaskan bahwa program B20 yang telah berjalan delapan bulan lamanya tidak menghadapi hambatan. Sepanjang kuartal pertama 2019, penyaluran biodiesel sebesar 1,5 juta Kl berjalan lancar di seluruh Indonesia. “Kami tidak menemui kendala yang berarti,sampai saat ini masih tetap berlangsung dengan baik,” pungkas Paulus. YIN