Suzuki
25 February, 2019

JAKARTA, Perkebunannews.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kalimantan Barat (Kalbar) Wagio Ripto mengakui Apkasindo masih organisasi struktural dan belum mengakar apalagi membudaya di tingkat petani. Sehingga arus bawah tidak mengenal organisasi yang dikenal hanya figur yang ada.

Wagio mengatakan, Apkasindo baru akan mengeluarkan kartu anggota. Namun rencana itu belum mendapat respon dari anggota. “Beberapa petani yang ada di dalam kepengurusan di beberapa pengurus wilayah Kalbar belum mendata anggotanya. Baru klaim sepihak pengurus,” ujarnya kepada Perkebunannews.com, Senin (25/2).

Wagio justru mempertanyakan jumlah angka 2 juta anggota yang dilansir. “Kalau seluruh petani sawit ada 16 juta. Tapi kalu dasarnya kartu anggota ya saya ndak yakin,” tukasnya.

Menurut Wagio, selama ini peran Apkasindo dalam memperjuangkan kepentingan petani sawit sudah maksimal seperti peraturan gubernur tentang penetapan harga tandan buah segar (TBS).

“Tapi karena organisasi (Apkasindo) ini tidak di back up jadi hanya menjadi pemain tunggal. Jadi seolah tidah ada pengaruhnya dalam mengawal petani,” ujar Wagio.

Menurut Wagio, sebaiknya Apkasindo fokus pada kepentingan petani rakyat dan juga fokus pada peningkatan produktifitas, kualitas dan kesejahteraan petani. “Harapan saya Akasindo dapat memjadi organisasi yang berjuang dari dan untuk petani,” ungkapnya.

Wagio sendiri bercita cita membentuk Badan Usaha Milik Petani. Sehingga petani mempunyai pabrik CPO, bio disel sehinga adanya subsidi dan bantuan lain dapat langsung dinikmati petani. (HP/YR)