Suzuki

Bandung, Perkebunannews.com – Ketua Panitia Hari Perkebunan ke-61 Dedi Djunaidi menuturkan,.dipilihnya Bandung sebagai tempat penyelenggaraan peringatan Hari Perkebunan (Harbun) ke-61 karena Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) sangat serius dalam membangun perkebunan. “Gedung Sate merupakan bagian sejarah perjalan perkebunan nasional,” ujarnya dalam pembukaan Hari Perkebunan di Gedung Sate, Bandung, Sabtu (8/12).

Dedi mengatakan, ratusan tahun lalu kolonial Belanda membangun perkebunan di Jabar, Hingga kini pemda Jabar telah menghasilkan anekai produk komoditas perkebunan yang sudah diekspor ke berbagai negara seperti teh, kopi, dan sebagainya. “Jadi kita ingin mengembalikan kejayaan perkebunan,” tandasnya.

Harbun 2018 bertema “Sinergi dan Akselerasi Kejayaan Perkebunan”. Tema itu dipilih karena pembangunan perkebunan saat ini tidak cukup dikerjakan oleh Kementerian Pertanian. Namun pembangunan perkebunan harus juga melibatkan lintas sektoral, seperti perindustrian, BPN, dan sebagainya.

Harbun ke-61 akan diisi dengan kegiatan pameran yang dilaksanakan selama tiga hari di Gedung Sate, Bandung merupakan hasil kerjasama Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dengan Pemerintah Provinsi Jabar. Perayaan menghadirkan produk – produk unggulan perkebunan daerah, alat dan mesin pertanian, hasil riset dan teknologi.

Tidak kurang 500 peserta undangan hadir dalam perayaan Harbun 2018. Selain itu terdapat 103 booth dengan jumlah 95 peserta yang terdiri dari 33 SKPD provinsi yang membidangi perkebunan, Kementerian Pertanian, asosiasi, dewan komoditas, perusahaan swasta, yayasan dan pemangku kepentingan terkait perkebunan lainnya.

Rangkaian peringatan hari perkebunan ke-61 juga diisi dengan kegiatan workshop Dewan Komoditi Perkebunan yang membahas isu strategis terkini pembangunan perkebunan.

Kegiatan Workshop diisi oleh Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia, Dewan Kelapa Indonesia, Dewan Kakao Indonesia, Dewan Teh Indonesia, Dewan Rempah Indonesia, Dewan Karet, Dewan Kopi Indonesia dan Dewan Atsiri Indonesia dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian/Lembaga terkait, Dewan Komoditas Perkebunan Indonesia, praktisi perkebunan dan pemangku kepentingan terkait. (YR)