16 October, 2019

SAMARINDA, Perkebunannews.com – Dengan lebih dari 40 produk atsiri yang diproduksi secara rutin di berbagai daerah Indonesia, Dewan Atsiri Indonesia (DAI) sangat optimis potensi atsiri sebagai komoditas andalan. Hal ini untuk mendukung pengembangan berkelanjutan industri agro di Indonesia.

Demikian dikatakan Ketua Umum DAI Robby J. Gunawan dalam pembukaan Konferensi Nasional Minyak Atsiri (KNMA) 2019 di Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (15/10). Hadir dalam acara itu Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Agus Wahyudi, Wakil Rektor Universitas Mulawarman, dan pejabat Gubernur Kaltim, serta lebih dari 150 peserta.

Robby mengatakan, di tengah era globalisasi saat ini, pelaku usaha di semua segmen termasuk atsiri dituntut untuk bisa mengikuti berbagai regulasi terkait. Selain itu juga pelaku atsiri dituntut mencapai sertifikasi fasilitasi dan standard kualitas produk yang diperlukan untuk merealisasi nilai tambah yang tinggi dan kebutuhan pasar yang terbuka luas.

“Di pihal lain berbagai tantangan nyata yang kita hadapi seperti ketidakpastian iklim, dinamika supply dan demand, perubahan nilai sosial ekonomi masyarakat maupun adanya komoditas alternatif di sentra penanaman atsiri membutuhkan terobosan nyata,” ujar Robby.

Menurut Robby, kondisi tersebut membutuhkan kerjasama lebih intensif bukan hanya di antara pemangku kepentingan atsiri. Namun juga kerjasama pelaku usaha atsiri dengan pihak lain untuk menghasilkan rantai pasok produk-produk atsiri yang handal.

KNMA 2019 mengambil tema “Atsiri Hutan Tropis dan Lahan Pasca Tambang untuk Kesehatan dan Kesejahteraan”. “Saya rasa tema ini sudah selaras dengan berbagai hal yang harus kita lakukan bersama menghadapi berbagai tantangan ini,” kata Robby. YR