Suzuki
10 December, 2018

Bandung, Perkebunannews.com – Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang menyerahkan 43 sertifikat Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) kepada perusahaan perkebunan sawit dan satu untuk KUD plasma. Sehingga sampai saat ini Komisi ISPO telah memberikan pengakuan sebanyak 457 Sertifikat ISPO.

Sertifikat ISPO diserahkan Bambang pada puncak Hari Perkebunan ke-61 di Gedung Sate, Bandung, Senin (10/12). Turut hadir Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Menteri Pertanian Kabinet Gotong Royong Bungaran Saragih, beberapa gubernur, bapati dan para mantan Dirjen Perkebunan.

Bambang menyebutkan, hingga 10 Desember 2018, sudah 457 sertifikat ISPO telah diterbitkan terdiri dari 450 Perusahaan, 4 KUD Plasma, dan 3 Koperasi Swadaya). Dari segi luasan yang sudah ISPO sebanyak 3.099.222 hektar (Ha) dengan total produksi TBS 48.894.849 ton/tahun dan CPO 11.031.934 ton/tahu. Produktivitas 19,63 ton/Ha dan rendemen rata-rata 22,56 persen.

Bambang mengatakan, kewajiban perusahaan membangun kebun masyarakat sebesar 20 persen saat ini sudah meningkat menjadi 21, 26 persen. “Namun kita masih dihadapkan pada kendala-kendala lahan,” ujar Bambang.

Bukan berarti perusahaan yang tidak membangun kebun plasma. “Tetapi ruang lahan yang belum tersedia bagi perusahaan untuk membangunkan kebun masyarakat,” tambah Bambang.

Kinerja Sertifikasi ISPO semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sejak diimplementasikan pada 2011, hingga hari ini ada 695 pelaku usaha yang telah berpartisipasi mendaftar ISPO, terdiri dari 683 perusahaan, 8 KUD/KSU Kebun Plasma,1 BUMDes, dan 3 Koperasi/ Asosiasi Kebun Swadaya. (YR)