Suzuki
December 12, 2017

Pusat Penelitian Karet Indonesia terus mendorong penggunaan karet di dalam negeri baik untuk infrastruktur seperti aspal karet , dock fender, seismic bearing dan lain-lain. Berkaitan dengan hal ini, Puslitkaret bekerjasama dengan IRRDB (International Rubber Research Development Board) tahun ini sudah mengadakan event yaitu International Rubber Conference dan International Workshop on Rubber Technology and Rubber Wood. Karyudi, Direktur Pusat Penelitian Karet Indonesia menyatakan hal ini kepada Perkebunannews.com

“International on Rubber Tecnology tahun lalu kita adakan juga dengan acara yang kurang lebih sama tetapi tahun ini kita masukkan rubber wood. Pada saat replanting, tanaman karet yang ditumbangkan masih punya nilai ekonomi yaitu kayunya untuk furnitur. Bonggolnya juga bisa digunakan untuk arang aktif. Nilai ekonominya bisa digunakan untuk membiayai peremajaan,” katanya.

“Ditengah harga karet yang sedang turun seperti sekarang, Puslit karet justru sibuk membuat kegiatan. Tujuannya kita ingin cepat-cepat mendorong penggunan karet dalam negeri supaya harga meningkat, Kalau tidak didorong maka implementasinya akan lambat juga. Semua stake holder yang terkait harus kita dorong terus,” katanya.

Dua tahun lalu sudah ada pertemuan di Palembang yang dihadiri Menteri Pertanian untuk mendorong penggunaan karet di dalam negeri . Waktu itu sudah ada tugas masing-masing yaitu Kementerian PUPR untuk penggunaan aspal karet, bridge bearing, seismic bearing. Kementerian Perhubungan untuk penggunaan dock fender dan bantalan rel kereta api. Kementerian Perindustrian untuk industri karet non ban.

“Waktu itu sudah disepakati penggunaan karet di dalam negeri sebesar 550.000 ton. Kenyataannya apakah sudah tercapai kita sama sekali tidak tahu. Karena itu melalui event ini kita mengingatkan kembali semua pihak soal komitmen yang sudah dibuat. Kalau tidak diingatkan nanti akan lupa lagi,” katanya.

Kalau dibiarkan begitu saja dan tidak ada aksi nyata untuk menyerap karet di dalam negeri maka petani adalah pihak yang paling menderita, karena harga akan sulit terdongkrak naik. Teknologi Pusat Penelitian Karet sudah ada dan siap digunakan. Teknologi terbaru juga terus diupdate.

Dalam workshop juga dibahas mengenai ban vulkanisir. Dengan ekonomi dan daya beli masyarakat yang melemah penggunaan ban vukanisir merupakan alternatif. Tentunya bank vulkanisir harus berkualitas. Harga boleh murah tetapi menggunakan ban vulkanisir yang berkualitas. Industri vulkanisir ban berpotensi menyerap karet dengan jumlah banyak.