Suzuki
6 August, 2018

Menteri Pertanian bergerak cepat membantu meringankan beban penderitaan korban bencana gempa bumi di Lombok. Seluruh pemangku kepentingan dikumpulkan untuk membantu. “Saya bangun jam 4 pagi lihat berita. Saya cukup SMS semua Dirjen dan pemangku kepentingan untuk berkumpul. Sekarang dana yang terkumpul baik dalam bentuk uang atau barang mencapai Rp10 miliar,” katanya.

Mentan menggandeng berbagai pihak mulai dari PB NU, Muhamandiyah, MUI , asosiasi perusahaan juga pengusaha pertanian. Charoend Pokphand misalnya menyumbang daging ayam dan telur, Bulog mengirim beras, Jakarta Food Station mengirim sembako, Indofood berupa mie dan lain-lain.

Petani yang jumlahnya sekitar 100 juta orang juga diminta mennyumbang. “Satu butir telur, satu butir kelapa atau satu liter beras sangat berarti buat saudara-saudara kita di Lombok. Petani bisa menyumbang lewat Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Litbang yang ada disetiap propinsi. Berapapun yang disumbangkan akan kita kirim langsung ke Lombok. Petani nanas misalnya menyumbang nanas 5 buah kita akan kirim,” katanya.

KTNA juga dengan jumlah kelompok tani ada 500.000 diminta ikut menyumbang. Bila satu poktan menyumbang 1 liter saja maka ada 500 ton beras yang siap dikirim. “Saya yakin kelompok tani pasti akan menyumbang lebih,” katanya.

Kawasan bawang putih yang ada di Sembalun, kaki Gunung Rinjani yang merupakan program andalan Kementan untuk mengurangi impor bawang putih ikut rusak akibat gempa. Kementan akan membantu memberikan bibit baru yang nilainya bisa mencapai Rp30 juta/ha. Demikian juga di kawasan sentra ternak NTB kalau kekurangan pakan , Kementan siap memberikan bantuan.

“Saya bergerak cepat karena saya pernah mengalami musibah. Tahun 2000 rumah saya terbakar sehingga harus tidur dibawah pohon. Bantuan satu helai sarung bekas dan baju, satu liter beras sangat berarti sekali,” katanya.