Suzuki
June 26, 2018

Seminar Nasional Planter Indonesia (SNPI) yang diselenggarakan oleh Indonesia Planter Society (IPS) tanggal 1-2 Agustus 2018 di Hotel Alana Yogjakarta temanya adalah Peran Profesionalisme Planter dan Penerapan Sawit Digital Dalam Peningkatan Produktivitas dan Profitibilitas Sawit Indonesia yang Lestari.

Menurut Darus Salam, Ketua Harian IPS/Ketua Panitia SNPI tema sawit digital ini sengaja diangkat karena saat ini merupakan jaman teknologi. Teknologi diharapkan bisa membantu planter bagaimana meningkatkan produktivitas di perusahaan masing-masing.

“Seminar-seminar tentang peningkatan produktivitas dari segi teknis sudah banyak. Kita ingin membuat sesuatu yang berbeda yaitu ke arah teknologi,” katanya.

Saat ini semua planter sudah membawa smartphone di kebun masing-masing, tetapi masih lebih banyak digunakan untuk berkomunikasi daripada untuk membantu pekerjaan. Padahal dengan teknologi digital bisa digunakan untuk meningkatkan kinerja.

Contohnya panen di lapangan. Selama ini dengan tulis menulis manual hasil panen 2 hari kemudian baru masuk ke manajemen. Dengan teknologi digital selesai panen beberapa jam kemudian datanya bisa langsung ke kantor pusat dan kantor perwakilan sehingga menghemat waktu.

Contoh lainnya adalah dalam satu perusahaan ada SOP misalnya planter dalam sehari minimal harus berjalan 5 km dan menjadi ukuran KPI (Key Performance Indicator). Dengan teknologi digital manajemen bisa melihat pergerakan planter kemana saja dan jaraknya.

“Harus ada alat yang mengukur. Saat ini produktivitas CPO masih rendah antara 3-5 ton/ha padahal seharusnya bisa 7-8 ton/ha. Dengan penggunaan teknologi digital merubah cara berpikir. Teknologi digital mendukung ke arah perubahan yang lebih baik sehingga secara tidak langsung berdampak pada peningkatan produktivitas,” katanya.

Teknologi digital ini sudah digunakan beberapa perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia tetapi belum umum digunakan semua perusahaan. Dalam SNPI nanti beberapa CEO perusahaaan perkebunan akan menyampaikan pengalaman penerapan teknologi digital di perusahaan masing-masing.

Teknologi digital di perusahaan perkebunan ada yang dibuat oleh tim TI perusahaan sendiri dan ada yang menggunakan vendor IT. Beberapa vendor IT yang membuat aplikasi untuk perusahaan perkebunan juga akan menyampaikan paparannya.