Suzuki
September 8, 2018

ILO (International Labour Organization) bekerja sama dengan GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) beserta jaringan serikat buruh mengadakan pertemuan nasional pekan lalu untuk mempromosikan pekerjaan layak di perkebunan sawit.

Enam area yang perlu ditingkatkan adalah pekerjaan, upah, dialog sosial, pekerja anak, keselamatan dan kesehatan kerja dan inspeksi pekerjaan. Michiko Miyamoto , Direktur ILO Indonesia menyatakan pentingnya kerjasama dan dialog antara pengusaha dan jaringan serikat buruh.

“Kelapa sawit sangat kompleks dengan segala isu di dalamnya. Dengan dukungan pengusaha dan jarngan serikat pekerja menjadi pendorong bagi ILO mempromosikan pekerjaan layak di perkebunan sawit menuju industri yang berkelanjutan,” katanya. Turut hadir perwakilan Kedutaan Belanda di Indonesia, ILO Asia Pasific yang bermarkas di Bangkok dan ILO pusat yang bermarkas di Jenewa.

Perwakilan perusahaan anggota GAPKI yang hadir adalah PT Smart, Cargill, Minamas Plantation, DSN, ANJ, First Resources, Menthobi Makmur Lestari dan Wilmar. Perwakilan perusahaan menyatakan bahwa ada kesan jika bertemu serikat buruh maka akan ada tuntutan. Pekerja belum menjadi mitra yang berjuang untuk kepentingan bersama.

Serikat kerja yang hadir adalah CNV Intenational, FNV, KSPSI Rekonsiliasi, FSB Nikeuba, Flomenik SBSI, FSP PP KSPSI, FKUI-KSBI, F SARBUMUSI dan FTA KSBSI. Beberapa wakil serikat buruh berpendapat bahwa selama ini belum terwujud dialog antara jaringan serikat pekerja dan pengusaha yang berkesinambungan dan terorganisir.

Pengusaha dirasa kurang terbuka, belum ada yang memfasilitasi dialog serta kurangnya kepedulian pengusaha terhadap serikat pekerja.

Perwakilan pengusaha dan serikat buruh sepakat membentuk platform dialog soal sawit Indonesia yang bertujuan mendorong terciptanya hubungan industrial yang harmonis juga bagian yang berperan aktif dalam menyelesaikan isu-isu ketenakerjaan sektor kelapa sawit yang sering jadi kampanye hitam. Perwujudannya adalah kampanye dan pertemuan rutin bersama.

Sumarsono Saragih, Ketua Bidang Ketenagakerjaan GAPKI menyatakan anggota GAPKI hanya 30% dari total pengusaha kelapa sawit tetapi memikul beban yang sangat besar. “Tigapuluh persen bisa mengubah dunia. Kelapa sawit penyelamat ekonomi Indonesia dan diharapkan jadi penyelamat rupiah dengan biodiesel. Jika sawit demam maka negeri ini sakit,” katanya.

Tanggung jawab GAPKI sekarang terhadap negara dan global. Dialog nasional pengusaha dan buruh akan menyelamatkan negeri ini. “Mudah-mudahan kerjasama ILO GAPKI menjadi modal dasar mempromosikan sawit di dunia global dan kerja layak dalam sektor industri perkebunan kelapa sawit. Semua ini demi sawit Indonesia,” katanya.