Suzuki
31 August, 2018

Upaya Cargill membangun rantai pasokan minyak sawit yang bertanggung jawab di Indonesia dimulai dengan melakukan investasi terhadap petani dan komitmen untuk membangun praktik yang berkelanjutan. Dalam pelaksanaanya, Cargill bekerja sama dengan pemerintah, masyarakat lokal serta mitra LSM untuk mendorong produksi minyak sawit yang bertanggung jawab. Upaya-upaya tersebut memperoleh pengakuan dari pemerintah.

PT Hindoli yang mengoperasikan perkebunan sawit seluas 21.000 hektar ini baru saja menerima “Investment Award” dari Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin. Penghargaan yang diberikan dalam acara Forum Investasi Sumatera Selatan ini merupakan pengakuan terhadap upaya luar biasa yang telah dilakukan PT Hindoli selama bertahun-tahun dalam mengoperasikan bisnis yang berkelanjutan, progresif dan bertanggung jawab di Sumatera Selatan.

Sebelumnya, Juli 2018 PT Hindoli juga menerima penghargaan dari pemerintah provinsi Sumatra Selatan atas upaya pencegahan, monitor dan pengendalian kebakaran yang diterapkan di lokasi perkebunannya di Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin dan Mukut Kabupaten Banyuasin. Berbagai upaya tersebut dijalankan sebagai bagian dari kebijakan nol-pembakaran yang sangat ketat dari Cargill dan sudah berlangsung sejak 2005.

Richard Low, CEO dari Cargill Tropical Palm Holdings Pte Ltd, mengatakan, “Sebagai warga perusahaan global yang bertanggung jawab, Cargill bekerja sama dengan masyarakat di tempat kami beroperasi untuk membangun praktik sosial dan lingkungan yang jelas, serta mengintegrasikan pembangunan yang bertanggung jawab ke dalam rencana operasional di setiap perkebunan kami. Hal ini tercermin dalam inisiatif dan investasi jangka panjang kami untuk meningkatkan produksi pertanian – dengan memberi dukungan di bidang pendidikan, perawatan kesehatan, infrastruktur serta kebutuhan lainnya dari masyarakat lokal.”

Cargill mengelola lebih dari 50 pusat kesehatan dan penitipan anak guna memberikan perawatan kesehatan dan layanan dukungan bagi para karyawan dan keluarganya. Di samping itu, juga secara rutin memberikan bantuan medis di desa-desa sekitar, bekerja sama dengan para dokter dan unit perawatan medis lokal.

Karyawan Cargill dan keluarganya tinggal di lebih dari 9.000 rumah yang disediakan oleh perusahaan. Pendidikan menjadi acuan bagi Cargill dalam melakukan perubahan yang berkelanjutan, dan diwujudkan melalui Yayasan Harapan Masa Depan Cerah (YHMDC) yang dibangun oleh Cargill pada tahun 2012 untuk mengelola sekolah sekaligus menyediakan akses pendidikan di sekitar lokasi perkebunan. Saat ini, YHMDC mendanai pembangunan gedung sekolah, perbaikan ruang kelas dan fasilitas mengajar, serta mengawasi jalannya 43 sekolah dan fasilitas pengajaran yang terakreditasi secara nasional. Sekitar 5.000 anak Indonesia disekolahkan oleh YHMDC, dan banyak dari mereka yang sukses bersaing di berbagai kompetisi regional, nasional dan internasional.