KEMITRAAN PETANI MERUPAKAN STRATEGI BISNIS NESTLE

Nestle adalah perusahaan yang mengolah hasil pertanian. Saat ini sudah berumur 150 tahun dan ingin maju dan berkembang 150 tahun lagi. Perusahaan hanya bisa ada dan berkembang kalau ada petani. Kalau tidak ada petani maka tidak ada yang bisa diolah.

“ Bagi Nestle upaya pembinaan petani supaya petani sustainable adalah strategi bisnis. Kita tidak punya kemampuan mengontrol harga karena pasar yang menentukan. Jadi yang bisa dilakukan adalah peningkatan produktivitas dan kualitas petani. Itulah pendekatan kita,” kata Wisman Djaya, Direktur Sustainable Agriculture Development Procurement, Nestle Indonesia.

Nestle berkepentingan supaya petani profitable dan anak petani mau jadi petani. Kalau bapaknya hidup dibawah garis kemiskinan atau penghasilan dibawah UMR maka anak petani tidak mau meneruskan usaha tani ayahnya.

“Kalau semua seperti maka petani tidak akan ada. Kita mau olah apa, jualan apa. Karena itu Nestle membuat prinsip creating share value yaitu menciptakan manfaat bersama. Semua pemangku kepentingan mendapat manfaat dari bisnis kami termasuk petani dan karyawan,” katanya.

Prisip Nestle tidak tidak mau integrasi vertikal. Jadi walaupun setiap hari membutuhkan 600.000 liter susu sapi, kopi, bubuk kakao dan lain-lain tetapi Nestle tidak punya satu ekor sapi pun atau kebun kopi dan kakao. Lebih baik membangun peternakan sapi perah rakyat, petani kopi dan kakao berkelanjutan. Saat ini ada 5 komoditas yang petaninya dibina Nestle yaitu kopi, kakao, susu, beras, kedelai.

“Kami membina petani bukan karena kami baik hati atau merasa kasihan pada mereka. Tetapi merupakan strategi untuk menjaga bisnis kami sendiri. Dengan prinsip seperti itu kami bekerja sepenuh hati. Ini juga bukan Corporate Social Responbility. Sebab CSR hanya mengambil sebagian keuntungan jadi sedikit saja yang dialokasikan,” katanya.

Pin It on Pinterest