RSPO KAPASITASNYA MEMBUAT STANDAR BUKAN KONTER KAMPANYE HITAM

RSPO (Roundtable Sustainable Palm Oil) bukan pada kapasitasnya mengcounter kampaye hitam sawit. Tugas RSPO adalah membuat standar sustainable yang diikuti oleh pelaku industri sehingga kebun kelapa sawitnya sustainable. Tiur Rumondang, Direktur RSPO Indonesia menyatakan hal ini.

“Tugas industrilah yang membuktikan bahwa kampanye mereka tidak benar. Industri harus membuktikan dalam praktek. Dengan cara ini kampanye hitam bisa terhalau sendiri. Tetapi sampai saat ini kampanye hitam tidak membuat permintaan minyak sawit turun,” katanya.

Tidak turunnya permintaan menunjukkan minyak sawit masih dibutuhkan. Dibandingkan dengan komoditas minyak nabati lain, kelapa sawit masih lebih unggul dari sisi lingkungan yaitu perlu lahan lebih sedikit.

“Biarlah komoditas itu yang berbicara sendiri. Kita yang membuat standar perlu dukungan industri untuk sama-sama memperbaiki,” katanya.

Pada kesempatan itu RSPO dan WWF Indonesia telah meluncurkan sebuah kompetisi bertajuk Young Videomaker of “Responsible Consumption” sebagai bagian dari program Youth Leader in Sustainability melalui tagar kampanye #Beliyangbaik.

Kompetisi ini juga mendorong para generasi muda untuk menyuarakan gaya hidup konsumen yang berkelanjutan, khususnya dalam memilih produk-produk dengan eco-label yang ramah lingkungan dan ramah bagi masyarakat luas melalui video kreatif, dengan kesempatan memenangkan total hadiah sebesar 31 juta Rupiah.

Penerapan eco-label membantu para konsumen dalam mengenali produk-produk yang aman bagi penggunanya dan berkelanjutan serta ramah lingkungan. Produk-produk dengan eco-label adalah produk yang berasal dari sumber-sumber yang ramah bagi lingkungan dan masyarakat, serta diproduksi melalui praktik-praktik yang berkelanjutan. Produk-produk tersebut juga termasuk produk yang mengandung bahan minyak sawit yang telah memiliki sertifikat eco-label dari RSPO.

Indonesia sendiri merupakan produsen terbesar minyak sawit berkelanjutan bersertifikat RSPO. Namun, berdasarkan studi RSPO yang dilakukan pada tahun 2015, tingkat kesadaran konsumen Indonesia terhadap minyak sawit berkelanjutan masih terbilang rendah. RSPO sendiri membantu para pemangku kepentingan di industri kelapa sawit, termasuk para konsumen, untuk bersatu dan meningkatkan rasa tanggung jawab dan bersama-sama menciptakan sebuah pasar di mana minyak sawit berkelanjutan adalah sebuah norma. Hal tersebut dapat dimulai dari aksi generasi muda melalui program Young Leader in Sustainability.

Program ini juga mendukung komitmen Indonesia terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 12 mengenai Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab untuk memastikan pola konsumsi dan produksi yang berkelanjutan, dan tujuan nomor 13 mengenai Aksi Iklim untuk mengambil tindakan segera dalam menanggulangi perubahan iklim dan dampaknya.

Pin It on Pinterest