Perkebunan Sumber Kemakmuran dan Perekat

Yogyakarta – Perkebunan sudah membuktikan diri sebagai penyumbang PDB Nasional terbesar tahun 2016 yang nilainya mencapai Rp 429 triliun. Angka tersebut didapat dari sektor perkebunan kelapa sawit, kopi, kakao, teh, rempah-rempah dan lainnya. Bahkan tingginya pendapatan yang dihasilkan dari komoditas perkebunan telah melebihi sektor migas yang nilainya hanya Rp 365 triliun.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Bambang dalam pembukaan Hari Perkebunan yang ke 60 di INSTIPER, Yogyakarta.

Melihat tingginya PDB, menurut Bambang, maka perlu ada penguatan perkebunan melalui penyempurnaan regulasi yang berlaku yang tertuang dalam peraturan pemerintah (PP), Peraturan Presiden (Perpres), Peraturan Menteri Pertanian (Permentan), hingga Surat Keputusan (SK).

“Sehingga regulasi harus disesuaikan dengan kondisi saat ini, hal tersebut berlaku untuk semua komditas perkebunan,” ucap Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, Bambang.

Lebih lanjut, menurut Bambang penyempurnaan regulai perkebunan perlu dilakukan bukan sekedar untuk memperkuat komoditas perkebunan, tapi juga untuk membangun perkebunan yang lebih besar lagi baik perkebunan swasta, perkebunan negara, ataupu perkebunan rakyat.

Bahkan peneympurnaan regulasi ini perlu dilakukan untuk bisa mengintegrasikan antara perkebunan milik perusahaan swsata, dan pemerintah dengan perkebunan milik rakyat. Ini perlu dilakukan karena secara umum luas perkebunan masih didominasi oleh perkebunan rakyat, artinya perkebunan milk perusahaan wajib melakukan kemitraan dengan perkebunan milik rakyat.

“Hanya dengan kemitraanlah perkebunan bisa terangkat mengingat luas perkebunan di Indonesia mayoritas dikuasai oleh rakyat,” himbau Bambang.

Bahkan, Presiden Joko Widodo selalu mengatakan, tanaman perkebunan sudah menjadi pengharapan hidup masyarakat. Karena masyarakat, industri, dan dunia butuh kopi, kakao, cengkeh, dan komoditas perkebunan lainnya. Tanaman tersebut harus diremajakan dan identifikasi. “Atas intruksi tersebut, Kementerian Pertanian bersama membangun komitmen antara pemerintah pusat, daerah, swasta, perbankkan, perguruan tinggi, anak muda, lembaga perkebunan yang ada di tanah air kita berkumpul berdiskusi mengembangkan perkebunan,” pungkas Bambang. YIN

Pin It on Pinterest