PTPN 3 Siap Berkompetisi

Beda dahulu, beda sekarang itulah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 3 stand alone yang laba bersihnya di tahun 2017 ini menembus angka Rp 1 triliun dengan produktivitas tandan buah segar (TBS)-nya mencapai 24 ton per hektar per tahun.

Efisiensi dan teknologi menjadi kunci sukses dalam memenangkan persaingan industrialisasi perkebunan. Sebab harus diakui dengan terus berkembangnya industrialisasi perkebunan dan meningkatnya permintaan maka mau tidak mau perusahaan perkebunan harus bisa menyesuaikannya. Itulah yang sekarang dilakukan oleh perusahaan BUMN perkebunan atau PTPN 3 stand alone.

“Jadi kita sudah mulai berbenah diri dari mulai menggunakan enterprise system planning (ESP) dalam pencatatan dan pelaporannya,” kata eksekutif vice presiden PTPN 3, Alexander Maha atau yang biasa disapa Alex kepada perkebunannews.

Tidak hanya itu, menurut Alex, PTPN 3 stand alone juga menggunakan elektronik procurement (E-Procurement) dalam melakukan pengadaan barang. Alhasil saat ini produktivitas PTPN 3 stand alone meningkat sekitar 17 – 8 persen dibandingkakan tahun sebelumnya yakni 2016, atau menjadi 24 ton TBS per hektar pertahun.

Kemudian, PTPN 3 stand alone itu sendiri juga membuat program pensiun sukarela (PPS) kepada karyawan PTPN 3 yang jumlahnya mencapai 2 ribu karyawan dan semuanya pensiun dengan senyum. Artinya uang pensiun yang didapatkan sesuai dengan harapannya yaitu dengan jumlah satu setengah kali lipat dari pendapatan tiap bualannya, dan ini sudah sesuai dengan peraturan Kementerian Tenaga Kerja.

“Sehingga jika di tahun 2011 tenaga kerja kita hanya 24 ribu sekarang hanya tinggal 22 ribu, dengan begitu saat ini kita berani bersaing dengan perusahaan swasta manapun. Ini karena cost (biaya) produksi kita menurun dan produktivitas tanaman meningkat. Maka tidaklah heran jika keuntungan laba bersih kita tahun 2017 ini mencapai Rp 1 triliun,” tegas Alex.

Melihat keberhasilan ini, pihaknya berencana akan menularkan pola dan metode PTPN 3 stand alone ke PTPN lainnya. Sebab PTPN 3 stand alone satu rumah dengan induknya. Maka dalam hal ini holding PTPN 3 itu adalah operator holding.

“Artinya selain manage (mengatur) PTPN lainnya juga me-manage dirinya sendiri. Sehingga tim holding dengan tim dari kita sama saja, dan ini yang akan ditularkan ke yang lainnya,” pungkas Alex. YIN

(Visited 42 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest