MycoVir Dicintai Akar Dimusuhi Ganoderma

Medan – Dibalik tanaman yang sehat dan berproduktivitas tinggi terdapat akar yang sehat. Itulah yang terjadi pada tanaman yang saat pembibitan telah diberikan MycoVir sebagai salah satu produk Fungi Mycorrhiza Arbuskular (FMA).

Imunisasi, sangat penting untuk anak-anak usia dini. Hal itulah yang seharusnya dilakukan oleh para pekebun untuk menciptakan tanaman yang sehat sehingga menghasilkan produktivitas yang tinggi. Yaitu pemberian Mycorrhiza pada saatnursery (saat memindahkan bibit dari pre nursery ke dalam polybag main nursery) dan saat transplanting ke lahan (saat memindahkan bibit dari main nursery ke lahan perkebunan).

“Pemberian Mycorrhiza pada pembibitan sangatlah penting karena Mycorrhiza hidup bersimbiosis mutualisme (saling menguntungkan) dengan akar tanaman, dimana Mycorrhiza mendapatkan energi dari eksudat yang dihasilkan akar sehingga jamur lain yang berbahaya tidak dapat lagi hidup dan sebagai tempat melengkapi daur hidupnya,” jelas Dadang Gusyana, Industrial Development Manager, PT Lautan Luas Tbk kepada perkebunannews di Medan.

Pentingnya penggunaan Mycorrhiza pada tanaman, menurut Dadang karena fungsi utama Mycorrhiza itu sendiri adalah meningkatkan penyerapan unsur hara. Umumnya akar hanya dapat menyerap unsur hara dalam bentuk yang tersedia lingkungan disekitar akar (rhyzosfer).

Tetapi dengan adanya Mycorrhizamaka yang terdampak adalah seluruh ekosistem disekitar tanaman, dimana Mycorrhiz aberperan dalam siklus hara, memperbaiki struktur tanah dan menyalurkan karbohidra dari akar tanaman ke organisme tanah yang lain.

Selain itu, Mycorrhiza bermanfaat untuk meningkatkan penyerapan unsur hara, terutama fosfat, dengan cara mengeluarkan enzimfosfatase dan asam-asam organik, khususnya oksalat yang dapat membantu membebaskan fosfat yang terjerap dalam tanah.

Pada dasarnya Mycorrhiza dapat membantu mengatasi masalah ketersediaan fosfat melalui dua cara, pengaruh langsung melalui jalinan hifa eksternal yang diproduksinya secara intensif sehingga tanaman bermikoriza akan mampu meningkatkan kapasitasnya dalam menyerap unsur hara dan air dan pengaruh tidak langsung, dimana mikoriza dapat memodifikasi fisiologis akar sehingga dapat mengeksresikan asam-asam organik dan fosfatase asam ke dalam tanah.

“Fosfatase asam merupakan suatu enzim yang dapat mamacu proses mineralisasi fosfat organik dengan mengkatalisis pelepasan fosfat dari kompleks organik menjadi kompleks anorganik. Manfaat lain yaitu bagi manusia, Mycorrhiza dapat meningkatkan produktivitas tumbuhan, karena dapat memproduksi bunga lebih awal,” tutur Dadang.

Fungsi kedua, Dadang menambahkan, yaitu untuk meningkatkan daya tahan terhadap kekeringan. Sebab seperti diketahui akar memiliki kesulitan dalam mengambil air apabila rongga-rongga tanah lebih kecil daripada diameter akar. Namun, berbeda pada tanaman yang ber-Mycorrhiza dapat melakukan pengambilan air yang lebih baik karena hifa masih dapat bekerja untuk mengambil air di rongga tersebut.Hifaitu sendiri berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan akar dengan lengas tanah, sehingga aliran air ke akar dapat terpelihara.

Dadang Gusyana, Industrial Development Manager, PT Lautan Luas Tbk
Dadang Gusyana, Industrial Development Manager, PT Lautan Luas Tbk

“Dengan begitu tanaman yang ber-Mycorrhiza dapat meningkatkan ketahanan terhadap patogen akar. Sehingga akar yang bersimbiosis dengan Mycorrhiza dan akan menjadi lebih keras laludapat meningkatkan ketahanan terhadap serangan pathogen,” urai Dadang.

Pelaku Kelapa Sawit Banyak Menggunakan
Lebih dari itu, Dadang membenarkan jika dilihat dillihat dari proses simbiosisMycorrhizadengan akar telah terjadi, maka akan menghambat jamur lain untuk tumbuh di akar tersebut. Oleh karena itu tidaklah heran jikaMycorrhiza banyak digunakan oleh para pelaku perkebunan kelapa sawit.

“Tujuannya untuk menghambat hingga memproteksi sawit dari serangan jamur mematikan (Ganoderma sp) yang hingga saat ini merupakan penyakit mematikan nomor satu di perkebunan sawit,” himbau Dadang kepada pelaku perkebunan.

Sementara itu, Donald Napitupulu, Agronomist Manager PT Mycro Agro Lestari menambahkan bahwa mengingat Mycorrhiza ini adalah bentuk simbiosis mutualisme antara cendawan(jamur) dengan tanaman, khususnya pada sistem perakaran maka perannya membantu akar tanaman.

Adapun salah satu produk andalan dalam negeri Mycorrhiza yang ada saat ini yaitu MycoVir sebagai salah satu produk Fungi Mycorrhiza Arbuskular (FMA) yang diisolasi dari rizosfir atau perakaran kelapa sawit dari berbabagi lokasi dan jenis tanah di Indonesia.

Artinya dengan menggunakan MycoVir sama saja salah satu cara untuk menyuburkan tanaman karena didalamnya mengandung FMA yang dapat meningkatkan kemampuan akar dalam penyerapan unsur hara dan air serta meningkatkan daya tahan tanaman.

“Sebab didalam MycoVir mengandung FMA dari genus Acaulospora, Gigaspora, Glomus, da Scutello spora, dengan mediapembawa pasir steril dan vermiculite,” papar Donald.

Sehingga, lanjut Donald dengan menggunakan MycoVir akan mendapatkan 6 keuntungan. Pertama, meningkatkan pertumbuhan tanaman. Kedua, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit akar, penyakit tanah maupun serangan neamtode akar. Ketiga, meningkatkan kemampuan tanaman menyerap unsur hara yang penting di dalam tanah seperti: N, P, K. Ca, Cu, Mn dan Mg.

Keempat, menghasilkan ZPT (Zat Perangsang Tumbuh) pada akar yang menyebabkan tanaman dapat tumbuh subur dan tidak mudah stress ketika mendapatkan perlakukan lingkungan yang berbeda. Kelima, meningkatkan aerasi dalam tanah melalui perbaikan agregat tanah oleh Hifa Mycorrhiza. Terakhir, memacu perkembangan mikroba saprofit non patogenik disekitar perakaran sehingga tanaman dapat tumbuh dengan sehat dan subur.

“Sehingga tidaklah heran jika para MycoVir sangat baik digunakan untuk pembibitan. Diantaranya pada pembibitan kelapa sawit,” saran Donald.

Adapun dosis MycoVir pada pembibitan kelapa sawit, Donald menganjurkan sebaiknya diberikan sebanyak 50 gram. Lalu pada lubang tanam diberikan lagi antara 250 – 500 gram. Namun klhusus untuk lahan peremajaan sebaiknya diberikan anatar 500 gram – 1 kilogram per lubang tanam.

“Hal ini dilakukan untuk mencegah terserangnya penyakit ganoderma. Sebab kita tahu ganoderma sering menyerang tanaman kelepa sawit di generasi kedua. Tapi jika tanaman sehat maka akan terhindar dari serangan ganoderma karena dengan akar yang sehat akan menghasilkan tanaman yang sehat,” himbau Donald.

Alhasil, Donald mengakui, di beberapa tempat yang telah menggunakan MycoVir meski di lahan generasi kedua, tanaman tampak lebih sehat dengan pembuktian pelepah lebih hijau dan perakaran lebih lebat dan panjang. “Artinya melalui MycoVir maka tanaman bisa lebih sehat dan terhidar dari penyakit,” pungkas Donald. YIN

(Visited 39 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest