Sinar Mas Mengikat Petani Melalui Kemitraan

Berbagai langkah tersu dilakukan baik oleh pemerintah ataupun perusahaan swasta untuk melakukan peremajaan kebun milik petani swadaya. Diantaranya seperti kemitraan yang terintegrasi yang dilakukan oleh Sinar Mas Agribusiness and Food.

Komitmen ini diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama untuk mendukung program peremajaan kebun kelapa sawit selama 12 bulan ke depan dan selanjutnya. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jendral Perkebunan, Ir. Bambang, MM, Direktur Utama BPDP Kelapa Sawit Dono Boestami, Direktur PT Ivo Mas Tunggal Franciscus Costan salah satu entitas anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, dan Ketua Koperasi Sawit Kandis Sejahtera Alfan Lubis, disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution.

“Program peremajaan kebun sawit petani swadaya telah kami mulai sejak 2015. Melalui program kemitraan yang terintegrasi, kami memberikan pendampingan on-farm dalam bentuk pemberian benih bersertifikat, penggunaan pupuk, praktik agronomi berkelanjutan, dan mencarikan sumber pendanaan, dengan jaminan panen (off-taker),” kata Chairman Sinar Mas Agribusiness and Food, Franky O. Widjaja, dalam keterangan tertulis yang dikirimkan ke redaksi perkebunannews.com.

Namun, Franky mengakui untuk melakukan peremajaan pada lahan milik petani swadaya tidak lah mudah. Sebab sering sekali dalam praktiknya program kemitraan kerap terkendala aspek legalitas lahan, lahan petani swadaya yang belum bersertifikat, lemahnya organisasi koperasi, kurangnya pemahaman praktik agronomi yang baik, serta sulitnya mendapatkan pendanaan bank.

Melaihat kednala-kendala tersebut, maka aspek legalitas lahan adalah syarat penentu. Padahal bagi para petani swadaya, hal itu justru menjadi kendala utama, seperti misalnya kepemilikan sertifikat.

“Dibutuhkan adanya penyesuaian regulasi, sehingga skema pembiayaan inovatif ini dapat berlangsung optimal, dimana perbankan tak ragu menyediakan dukungan pendanaan dengan suku bunga yang ringan,” jelas Franky.

Di tempat yang sama, Managing Director Sinar Mas, Gandhi Sulistiyanto mengatakan, “Kemitraan terintegrasi kami harapkan dapat memperkuat program pemerintah lainnya, yakni memperkuat sekaligus menumbuhkan ekonomi kerakyatan.”

Melalui peramajaan ini, Gadhi menguraikan maka peremajaan yang dilakukan Sinar Mas Agribusiness and Food telah menjangkau lebih dari 600 petani swadaya dengan keseluruhan perkebunan seluas lebih dari 1.400 hektar di Riau dan Jambi.

Sekedar catatan, saat ini, perusahaan ini telah berhasil mengidentifikasi potensi lahan 3,500 hingga 5,000 hektare petani swadaya di Sumatra Utara, Jambi dan Riau. Di Indonesia, secara keseluruhan tercatat ada 4,7 juta hektare kebun sawit rakyat, dimana 800.000 hektare diantaranya mendesak untuk diremajakan. YIN

(Visited 65 times, 3 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest