BPN Kuansing Siapkan 9000 Sertifikat Lahan untuk Apkasindo

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menyiapkan 9000 persil sertifikat tanah secara gratis kepada petani kelapa sawit wilayah Kuasing pada 2018. Hal ini tertuang dalam penandatanganan nota kerjasama (MoU) antara Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) dengan BPN Kuansing di Taluk Kuantan, Kamis (26/10).

Kepala BPN Kuansing yang diwakili Kepala Seksi Survey Pengukuran dan Pemetaan BPN Kuansing Muhammad Khomsadi, mengatakan, kerjasama ini sangat membantu mempercepat program pemerintah melalui BPN dalam reforma agraria yang saat ini segera dituntaskan.

Untuk memacu program Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA) ini, pada 2018 BPN menyiapkan minimum 9000 Persil untuk wilayah Kuansing. Diharapkan Apkasindo Kuansing dapat memanfaatkan kemudahan dan kesempatan emas ini. Program TORA ini tidak dipungut bayaran sama sekali.

Ketua DPW Apkasindo Riau, Gulat ME Manurung mengakui, kendala utama petani dalam pengurusan sertifikat tanah selama ini terkait kepada akses pengurusan ke BPN, kelengkapan administrasi bukti kepemilikan lahan. Selain itu juga masih masuknya lahan kebun masyarakat dalam kawasan hutan.

Semua kendala tersebut mengakibatkan ketidakpastian dikalangan petani kelapa sawit Apkasindo. “Apalagi sertifikasi ini sangat berhubungan dengan program-program pemerintah seperti program replanting di bawah Kementerian Pertanian, ISPO dan khususnya kepada perbankan,” ujar Gulat.

Menurut Gulat, semua program tersebut selalu mensyaratkan utama yaitu harus bersertifikat BPN. Kendala ini merupakan penghalang legalisasi lahan petani dan sudah berlarut-larut dan tak terselesaikan.

Ketua DPD Apkasindo Kuansing Rofingi menambahkan, di Kuansing 95 persen kebun sawit rakyat belum bersertifikat. Karena itu diharapkan melalui kemudahan yang diberikan pemerintah melalui program TORA ini pada 2019, 75 persen kebun kelapa sawit rakyat sudah bersertifikat.

Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimipinan Pusat Apkasindo Rino Afrino, mengatakan, sesuai program reforma agraria berbasis Nawacita Jokowi ini sudah saatnya rakyat menikmati kekayaan alam Indonesia, berupa tanah sebagai sumber kehidupan dengan memiliki legalitas kepemilikan lahan berupa sertifikat BPN.

Rino berharap kerjasama Apkasindo dengan BPN Kuansing, dapat memberikan akses, edukasi, kepastian, dan percepatan kepada petani kelapa sawit untuk mendapatkan sertifikat melalui program yang ada, seperti program PTSL (pendaftaran tanah sistem lengkap). Dalam program ini ditargetkan pemerintah menerbitkan sebanyak 5 juta sertifikat pada 2017 dan 7 juta sertifikat pada 2018. (YR)

Pin It on Pinterest