WPLACE 2017: Memprediksi dan Strategi Penguatan Perkebunan

Benar, bahwa dunia masih mengakui Indonesia sebagai penghasil atau pemasok hasil-hasil perkebunan. Melihat hal ini maka PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) menggelar World Plantation Conferences and Exhibition 2017 (WPLACE-2017) yang akan diselenggarakan pada tanggal 18 – 20 Oktober 2017 di Jakarta.

“Jadi dengan dalam WPLACE-2017 ini akan dibahas bagamaiana komoditas perkebunan di Indonesia kedepan dan bagaimana strategi untuk menguatkannya dari hulu hingga hilir,” jelas Direktur Utama Pt Riset Perkebunan Nusantara (RPN), Teguh Wahyudi kepada perkebunannews selepas konfrensi pers di Jakarta, (16/11).

Lebih lanjut, Teguh menguraikan dalam WPLACE 2017 tersebut terdapat lima topik umum yang menyangkut isu international di komoditas perkebunan. Diantaranya perubahan iklim, gejolak ekonomi global, hilirisasi produk perkebunan, inovasi di bidang bioteknologi, dan peran teknologi informasi dan komunikasi dalam pembangunan perkebunan.

Melihat pentingnya acara tersebut maka sampai hari ini, sudah terdaftar sekitar 1.500 peserta dan sebanyak 65 booth pameran yang akan mengikuti WPLACE-2017. “Ini menjadi pembuktian bahwa bahwa materi dan pembicara dalam WPLACE 2017 sangat relevan dengan kebutuhan inovasi untuk menjawab tantangan keberlanjutan bisnis perkebunan saat ini dan di masa yang akan datang,” papar Teguh.

Tidak hanya itu, Teguh membenarkan, melihat pentingnya untuk menguatkan komoditas perkebunan Indonesia dikancah Internasional maka acara tersebut akan dibuka oleh Bapak Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 18 Oktober 2017 pagi. Dalam cara tersebut, rencananya Jokowi juga akan membagikan secara simbolis bantuan benih tanaman perkebunan kepada perwakilan petani komoditas perkebunan.

PT RPN Membagikan 35 Juta Benih
Berdasarkan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian akan ada sejumlah 35 juta benih tanaman perkebunan yang akan diberikan gratis kepada petani yang dianggarkan pada APBN-P. Adapun format konferensi WPLACE 2017 itu sendiri dibagi menjadi General Topic Conference dalam bentuk pleno serta Thematic Conferences yang diselenggarakan secara paralel dalam tujuh kelompok.

“Ketujuh kelompok tersebut yaitu kelapa sawit, karet, kopi, kakao, teh, dan gula atau tebu, serta tematik bioteknologi,” urai Teguh.

Sedangkan arahan kebijakan pengembangan perkebunan Indonesia, menurut Teguh akan disampaikan dalam bentuk empat Keynote Speech. Yaitu oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Menteri Keuangan, dan Menteri Pertanian pada hari pertama. Kemudian oleh Menteri Perindustrian pada hari ketiga.

“Sehingga dengan mempertemukan antara pemangku kebijakan dengan pelaku usaha diharapkan bisa lebih memperkuat komoditas perkebunan Indonesia,” pungkas Teguh. YIN

(Visited 243 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest