Mones, Citarasa Cokelat Indonesia

Siapa yang tidak suka cokelat? Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa sangat menyukainya, terutama kaum perempuan. Atas dasar itulah industri cokelat dalam dan luar negeri terus tumbuh.

Benar, bahwa Bandung termasuk salah satu surganya kuliner Indonesia. Ini karena berbagai olahan makanan terdapat di daerah tersebut. Tapi tidak semua olahan bisa tumbuh dan berkembang di kota tersebut. Sebab pada dasarnya masyarakat di Kota Bandung lebih menyukai makanan dengan citarasa gurih ataupun sedikit pedas khususnya untuk masayarat yang usia muda.

“Maka mulanya saya cukup meragukan apakah cokelat ini bisa dietrima oleh masyarakat Bandung? Sebab kita tahu bahwa cokelat identik dengan rasa manis,” kata Edward Raotoe kepada perkebunannews.com.

Namun, Edward pun mengakui bahwa pada dasarnya anak-anak sangat menyukai cokelat. Artinya pasar cokelat masih terbuka. Maka untuk melihat pasar tersebut dicobalah cokelat ukuran mini bar dengan menawarkan kepada anak-anak SD teman sekolah anaknya. Walhasil, tidak sedikit teman-teman sekolah anaknya yang menyukai.

Tidak cukup sampai disitu, saat teman-teman sekolahnya berkunjung ke rumah juga tidak sedikit yang meminta produk tersebut. Sehingga dalam hal ini cokelat tersebut sangat diminati. “Jadi banyaknya anak-anak yang menggemari cokelat tersebut karena didalam cokelat tersebut berisi biskusit yang dihancurkan. Sehingga pada saat ‘dimut’ dalam mulut biscuit tersebut akan terasa,” ucap Edward.

Berawal dari sanalah, Edward optimis mulai mepasarkan ke sekolah-sekolah yang dimulai dari SD dengan nama MONES CHOCOLATE, dan dibandrol harga Rp 5.000 perbatang. Harga tersebut diambil agar tidak memberatkan anak-anak namun tetap mengedepankan citarasa cokelat skala international.

“Hingga akhirnya saat ini ‘MONES CHOCOLATE’ mulai masuk ke dua sekolah SD, 2 SMP, 3 SMA dan 4 Universitas di daerah Bandung,” tutur Edward.

Atas dasar itulah, Edward lebih optimis lagi, hingga akhirnya MONES CHOCOLATE mulai diajak ke pameran-pameran UKM dan keluar negeri. Melihat hal itu, MONES CHOCOLATE mulai mendaftarkan produknya ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mendapatkan sertifikat halal.

Sertifikat halal sangatlah penting khususnya jika ingin menembus pasar ekspor. Sebab tidak sedikit orang muslim yang menggemari cokelat dan hanya mau mengonsumsi yang berlogo halal. Terbukti, dengan produk berlogo halal permintaan semakin tinggi. “Ini karena dinegara luar tidak sedikit cokelat dijadikan untuk berbuka puasa khususnya pada negara-negara dingin, dan itu sudah terbukti,” tegas Edward.

Akhirnya Edward membenarkan, dari yang semula hanya membutuhkan cokelat sekitar 10 -20 kilogram persekali produksi, tapi kini membutuhkan 40 kilogram per sekali produksi. Biasanya dalam satu bula dua kali produksi. Artinya dalam sebulan MONES CHOCOLATE membutuhkan 80 kilogram cokelat.

Dari 40 kilogram persekali produksi tersebut, bisa dibuat berbagai produk, dan kini terdapat tidak hanya dalam bentuk mini bar, tapi dalam bentuk kaleng. Dipilihnya kaleng karena selain lebih eksklusif dan juga menjaga kualitas khususnya untuk pasar ekspor, seperti Malaysia yang juga mayoritas masyarakatnya beragama muslim.

Adapun citarasanya pun turut ditambah dari yang mulanya hanya berisi biscuit yang dihancurkan lalau dibalut oleh cokelat. Kini MONES CHOCOLATE terdapat 8 variant yang dibalut oleh cokelat, diantaranya
lemon, bluebery, durian, kelapa, mas melow, jahe, kayu manis, kopi, dan kacang.

“Jadi untuk ukuran kaleng isi 115 gram perkaleng dibandrol dengan harga Rp 30.000. Sedangkan kaleng dengan isi 240 gram perkaleng dibandrol dengan harga Rp 35.000,” urai Edward.

Disisi lain, Edward mengakui untuk mengembangkan pasar cokelat tidak hanya harus didukung bahan baku tapi juga perlatan untuk mengolah skala besar. Hal ini sangatlah penting untuk agar biaya produksi bisa lebh efisien. “Untuk itu saat ini kita sedang mencari alat yang terjangkau tapi tetap berkualitas untuk menghasilkan cokelat berkualitas,” pungkas Edward. YIN

(Visited 155 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest