TRANSFORMASI EKONOMI KALTIM TERGANTUNG PADA PERKEBUNAN

Kajian riset LeadershipPark Instititute tanggal 28-03 Maret 2017 di Kalimantan Timur menunjukkan sektor perkebunan sangat berperan penting dalam mensukseskan pelaksanaan strategi transformasi ekonomi. Diharapkan pembangunan ekonomi Kaltim akan berbasis pengelolaan sumber daya alam terbarukan dengan menitik beratkan pada upaya peningkatan nilai tambah melalui pengembangan industri hilir.

Pemprov sudah mendeklarasikan Kaltim Hijau yaitu Kalimantan Timur yang memiliki perangkat kebijakan, tata kelola pemerintahan serta program-program pembangunan yang memberikan perlindungan sosial dan ekologis terhadap masyarakat Kaltim, serta memberikan jaminan jangka panjang terhadap keselamatan dan kesejahteraan masyarakat serta keberlanjutan lingkungan hidup.

Perkebunan, terutama kelapa sawit memainkan peran yang sangat penting. Peran perkebunan lainnya adalah pengembangan ekonomi kerakyatan, pengembangan energi baru serta menurunkan emisi gas rumah kaca.

Perkembangan perkebunan di Kaltim didukung oleh kondisi Agroklimat dan ketersediaan lahan yang memadai. Berdasarkan Perda nomor 1 tahun 2016 tentang RTRWP, alokasi luas perkebunan yang dicadangkan adalah 3.269.561 ha, setara 25% luas daratan Kaltim.
Jumlah perusahaan yang telah memperoleh izin Usaha Perkebunan adalah seluas 2.519.414 ha terdiri atas 198 Perusahaan Besar Swasta, yang telah berhasil memperoleh sertifikat Hak Guna Usaha 1.064.400 ha untuk 125 PBS, sehingga lahan tersisa yang dapat digunakan untuk perkebunan adalah 750.147 ha.

Sampai tahun 2013 luas areal kelapa sawit mencapai 1.115.415 ha terdiri dari 230.266 ha plasma/rakyat, 22.367 ha BUMN sebagai inti dan 867.782 ha milik Perkebunan Besar Swasta. Produksi TBS 7.600.298 ton CPO. Sedang jumlah perusahaan yang sudah memperoleh izin pencadangan (izin lokasi) yang telah beroperasi membangun kebun skala luas 344 perusahaan.

Areal kelapa sawit yang cukup luas terpusat di Kabupaten Kutai Timur, Kutai Kartanegara dan Paser. Sedang beberapa kabupatan dan kota lainnya masih dalam luasan terbatas.

Secara umum legalitas lahan perkebunan sawit di Kaltim cukup baik dalam arti hampir semua lahan memiliki izin legalitas yang memenuhi ketentuan peraturan dan perundangan khususnya pada pada lahan perkebunan sawit perusahaan. Namun demikian masih terdapat beberapa lahan masyarakat yang belum memiliki legalitas cukup dan berada di luar wilayah APL dikarenakan keterbatasan kemampuan dan masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk memenuhi peraturan yang berlaku.

(Visited 14 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

X

Pin It on Pinterest

X