2017 Peremajaan Sawit Ditargetkan 20.750 Hektar

Bukanlah hal yang sulit untuk melakukan peremajaan kelapa sawit, saat ini Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) sedang menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) untuk segera merealisasikannya.

Keoptimisan dalam melakukan peremajaan, Bambang mengatakan, karena pihaknya sudah mempunyai jaringan dinas-dinas perkebunan mulai dari tingkat Kabupaten hingga Provinsi. “Kita yakin peremajaan seluas 20.750 hektar bisa diaelsaikan. Hal ini karena sudah menjadi pekerjaan biasa kami,” papar Direktur Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Bambang.

Adapun polanya, menurut Bambang, rencananya setiap petani akan dibantu dana sebesar Rp 25 juta per hektar. sedangkan biaya peremajaan antara Rp 60 – 70 juta per hektar, tergantung dari tempat lokasinya. Ini artinya diperlukan tambahan untuk melakukan peremajaan.

Adapun kekurangannya diperlukan tambahan dari lembaga keuangan. Namun pihak lembaga keuangan sangatlah sulit untuk meminjamkan dana ke petani dengan alasan karena tidak ada jaminan ataupun kepastian pasar. Untuk itu, diperlukan penguatan kelembagaan.

Penguatan kelembagaan petani bisa berbentuk koperasi ataupun lainnya. Melalui koperasi maka kelompok petani bisa mengajukan pinjaman dana ke lembaga keuangan. “Artinya peningkatan produktivitas tidak bisa dilakukan tanpa adanya penguatan kelembagaan,” ucap Bambang.

Sebab, seperti diketahui bahwa produktivitas tanaman rakyat sangatlah kecil jika dibandingkan produktivitas perkebunan milik perusahaan swasta. Terbukti, berdasarkan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) produktivitas tandan buah segar (TBS) milik petani hanya 16 – 18 ton per hektar per tahun, sedangkan produktivitas perusahaan rata-rata telah 30 ton per hektar per tahun.

Namun, rendahnya produktivitas tanaman rakyat bukanlah tanpa sebab. Rendahnya produktivitas tanaman rakyat dikarenakan banyak tanaman yang sudah tua atau berumur diatas 25 tahun. Kemudian, pada saat menanam, petani tidak memperhatikan darimana asal usul benih tersebut. Alhasil petani memnggunakan benih tidak bersrtifikat sehingga menyebabkan rendahnya produktivitas.

“Atas dasar itu juga maka peremajaan pada petani harus segera dilaksanakan guna meningkatkan produktivitas nasional,” pungkas Bambang. YIN

(Visited 34 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest