Mekanisasi Irigasi Solusi Peningkatan Produksi

Thailand – Berbagai negara terus mengembangkan komoditas perkebunan, hal ini lantaran komoditas perkebunan tidak hanya memberikan pendapatan bagi pelaku tapi juga bagi negaranya. Atas dasar itulah saat ini berbagai negara saat ini sudah mulai mengarah kepada mekanisasi guna meningkatkan produktivitas hasil perkebunan.

“Jadi saat ini memang mekanisasi unttuk perkebunan dan berbagai macam-macam. Namun, saya melihat di asia tenggara masih kurang dibannding Amerika danEropa. Tapiuntuk Indonesia dan Thailand sudah mulai mengarah kesana. Untuk itu saya mencoba untuk mengarahkan kesana, supaya bagaimana perkebunandi Indonesia bisa beralih dari konvensional ke mekanisasi,” kata Klaus Ferk, Sales Director Asia, Australia dan New Zeland BAUER Group kepada Media Perkebunan saat memperagakan alatnya untuk perkebunan tebu di Thailand.

Lebih lanjut, menurut Klaus mekanisasi untuk irigasi sangatlahpenting. Sebab dengan mekanisasi selain lebih tertata dalam pengairannya juga bisa meningkatkan produktivitas, serta ramah lingkungan. Maka jika ingin melakukan irigasi melakui mekanisasi tidaklah salah jika menggunaka nalat-alat dari BAUER.

Hal ini karena BAUER konsentrasi dibidang irigasi selama 40 tahun lebihdan BAUER sendiri sudah ada selama 90 tahun lebih, bahkan bisa dikatakan BAUER sebagai perusahaan pertama yang menciptakan sistem irigasi dengan selang atau high pressure system (sistem tekanan tinggi). Selain itu juga mempunyai irigasi lowp ressure system (tekanan rendah).

“Bahkan kita bisa memberikan solusi yang baik untuk perkebunan kecil atau pun besar. hal ini karena kita mempunyai banyak opsi untu kirigasi,” janji Klaus.

Alhasil, Klaus mengatakan saat ini low pressure (tekanan rendah) mempunyai customer (pelanggan) yang cukup besar di dunia. Diantaranya untuk pengolahan limbah, irigrasi dengan teknologi terbaru, yaitu menggunakan pengontrolan melalui smart touch atau gadget (alat sentuh atau telepon genggam) dan note book atau laptop. Sehingga dengan adanya smart touch maka owner (pemilik) atau pun pekebun bisa mengontrol perkebunannya dengan mudah dan jarak jauh serta dari mana pun.

“Jadi bukan hanya mengontrol tapi juga bisa menyeting air yang dibutuhkan, kecepatan, berapa yang sudah diirigasi atau bahkan mematikan dari jarak jauh melalui gadget atau teknologi terakhir seperti VRI dan sangat practisi karena mengguanakan GPS satelit. Bahkan denga nmenggunakan teknologi VRI maka setiap naosel bisa dikontrol sehingga bisa menghemat air lebih besar,” papar Klaus.

Disisi lain, Klaus mengatakan dengan teknologi terkini, customer tidak perlu merasa khawatir terhadap spare part (suku cadang)-nya. Hal ini karena dealer (kantor) BAUER ada dimana-mana. Bahkan untuk mempermudah customer, bisa memesan spare part melalui website bauer-at.com.

Tidak hanya itu, BAUER juga memberikan 2 tahun garansi operasional dan garansi spare part selama 20 tahun. Maka tidaklah heran jika BAUER berani memberikan jaminan alatnya tetap optimal meskipun usianya sudah mencapai lebih dari 20 tahun.

“Jadi alat kita sangat tahan banting dibandingkan kompetetor usia pemakainannya bisa mencapai25 – 30 tahun. Hal ituterlihat di negara Iran, Australia yang sudah 30 tahun menggunakannya,” tutur Klaus.

Adapun pelanggan untuk di Indonesia, Klaus memaparkan,sudah ada PT Perkebunan Nusantara (PTPN), dan beberapa perusahaan swasta yang menggunakannya dengan baik. Artinya BAUER sangat konsentrasi dalam mendukung industrialisasi agribisnis, karena alat yang diberikan tidak hanya untuk perkebunan saja tapi untuk seluruh sektor pertanian. Hal ini karena sudah adalebih 100 negara yang menggunakannya.

Sementara itu, Mona Taruna, Indonesia country manager, Bauer Group menambahkan, salah satu alat irigasi yang cocok untuk perkebunan tebu di Indonesia salahsatunya yaitu Centerliner Low Pressure Irrigation.

Saat ini alat tersebut banyak dipakai Thailand, Myanmar, Australia, Jepang serta beberapa negara di Eropa dan Amerika. Negara tersebut menggunakan alat dari BAUER karena sudah terbukti lebih efiseiensi air sebesar 95 persen, dan pressure (tekanan) sebesar 2- 3 bar. Bahkan alat tersebut pengoperasiannya tidak membutuhkan banyak orang dan peralatan penunjang lainnya dan pengoperasian bisa di kontrol melalui gadget ataupun komputer serta note book.

“Bahkan panjangnya Centerliner Low Pressure Irrigation bisa disesuaikan dengan lahan yang ada dan bisa meng-cover minimum 20 – 30 hektrar. Artinya berapa pun luasannya bisa digunakan dan sangat cocok untuk perkebunan tebu, jagung, rumput gajah, padi, kentang dan pembibitan sawit, dan lain-lain,” terang Taruna.

Disisi lain, Taruna menambahkan Centerliner Low Pressure Irrigation berbahan full hot dip galvanis, dengan control system yang terbaru sehingga usia pemakaian bisa diatas 25 tahun, dan bahan ramah lingkungan dan tahan korosi.

Maka dalam hal ini customer bisa memesan alat irigasi sesuai kebutuhan lahannya karena selain
Centerliner Low Pressure Irrigation, juga ada Liniear dan Pivot Sistem. “Maka dalam hal ini kita sangat mendukung perkebunan di Indonesia melalui teknologi demi meningkatkan produktivitas,” pungkas Taruna. YIN

Pin It on Pinterest