Mentan Berharap 6 Hal Terhadap Komoditas Sawit

Nusa Dua, Bali – Tidaklah salah jika saat ini komoditas kelapa sawit sebagai komoditas strategis. Bagaimana tidak selain menyerap tenaga kerja yang cukup besar juga devisa yang dihasilkan telah mengalahkan devisa yang dihasilkan oleh industri minyak dan gas (migas). Atas dasar itulah Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman berhadap enam hal kepada komoditas kelapa sawit.

“Pertama, peningkatan produktifitas kebun rakyat menjadi prioritas dengan dukungan dana dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) yang perlu diperbesar porsinya, khususnya untuk percepatan replanting,” kata Amran saat meninjau konferensi minyak sawit terbesar di dunia Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) ke 12 di Nusa Dua, Bali.

Kedua, lanjut, Amran, percepatan sertifikasi ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) bagi seluruh persuhaan. Hal ini juga perlu dukungan dari BPDP-KS mengingat keterbatasan anggaran di Kementerian Pertanian yang terbatas. Penguatan ISPO sangatlah penting dalam rangka percepatan sertifikasi dan keberterimaan International.

Ketiga, kebun sawit di lahan gambut harus ditingkatkan implementasi ‘pengelolaan gambut lestari’ dengan tujuan dapat meningkatkan produktifitas dan mencegah kebakaran lahan. Keempat, peningkatan produktifitas di kebun rakyat yang terjegal oleh status legalitas lahan, yang menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) karena tumpang tindih dengan kawasan hutan.

“Sehingga dalam hal ini perlu diselesaikan untuk memberi kepastian hukum dan keberterimaan oleh kredit bank,” tegas Amran.

Kelima, soal kampanye negatif yang dilakukan oleh negara luar seperti Uni Eropa yang ingin menyetop ekspor CPO ke negarnya . Melihat hal ini maka pemerintah harus fokus pada pasar besar yang tidak rewel soal lingkungan. Diantaranya India, China, Pakistan, Bangladesh.

“Sebab harus diakui bahwa Eropa mintanya macem-macem dengan berbagai standar tapi kok beli sawitnya sedikit,” keluh Amran.

Terakhir, menurut Amran yaitu pengembangan integrasi sawit – jagung pada umur tanaman sawit dibawah 4 tahun, atau pada saat melakukan replanting. “Kita menargetkn seluas 724 ribu hektar tanaman jagung di lahan kelapa sawit. Melalui hal itu maka petani sawit tetap akan mendapatkan keuntungan sambil menunggu tanaman sawitnya berbuah,” pungkas Amran. YIN

Pin It on Pinterest