Kelapa Sawit Menjadi Andalan Devisa Negara

Harus diakui bahwa saat ini kelapa sawit telah menjadi sebagi andalan penghasil devisa negara bahkan sebagai penghasil devisa nomor satu karena telah mengalahkan industri minyak dan gas (migas).

Peneliti Senior Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Edi Suprianto membenarkan bahwa kelapa sawit telah memberikan banyak manfaat baik untuk negara ataupun masyarakat. Terbukti, dari total luas perkebunan kelapa sawit yang ada saat ini sekitar 10,5 juta hektar sebanyak 43%-nya dikuasai oleh masyarakat.

“Untuk itu, kita harus bisa membuktikan kepada dunia bahwa semua komponen dari kelapa sawit bisa digunakan untuk berbagai produk,” terang Edi.

Melihat hal tersebut, Edi meyrankan maka dalam pengembangan komoditas kelapa sawit harus bisa berpikir bagaimana bisa meningkatkan kesejahteraan petani. hal ini karena hampir setengah dari total luas areal kepala sawit yang ada saat ini dukuasi oleh rakyat.

Seingga jika bisa meningkatkan produktivitas tanaman rakyat dengan rendemen yang tinggi maka akan petani akan lebih sejahtera lagi. Bahkan yang diuntungkan bukan hanya petani tapi juga Negara. Karena dengan meningkatnya produktivitas maka produksi nasional pun akan juga ikut terangkat.

“Namun perlu diingat peningkatan tidak hanya di hulu tapi juga perlu diiringi dengan peningkatan produk hilir. Sehingga dengan peningkatan produk hilir maka pendapatan petani dan negara juga akan meningkat,” himbau Edi.

Disisi lain, Edi menerangkan pada dasarnya lahan gambut bisa digunakan untuk perkebunan kelapa sawit. Asalkan ada tiga hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan penanaman. Pertama, pengelolaan air yang benar. Kedua, menjaga permukaan air agar tetap basah. Terakhir yaitu, melakukan pemadatan. Sehingg hal yang terpenting pada perkebunan kelapa sawit di lahan gambut yaitu persiapan lahan sebelum tanam.

Hal ini karena PPKS sendiri sudah melakukan riset bahwa perkebunan kelapa sawit di lahan gambut, produktivitasnya tidak kalah dengan perkebunan di lahan mineral asalkan dikelola sesuai dengan good agriculture pacatices (GAP) dan tetap menjaga lahan agar tetap basah

“Kita juga mempunyai varietas yang bisa ditanam dilahan gambut, seperti varietas dumpi dengan tanaman yang cukup besar maka bisa untuk lahan gambut, dan produktivitasnya cukup besar,” ucap Edi.

Sekedar informasi, berdasarkan catatan PPKS di tahun tahun 1971, PPKS sudah menghasilkan 1 miliar kecambah atau setara dengan luas 5 juta hektar. hal ini karena keseriusan PPKS dalam mengembangkan kelapa sawit nasional. YIN

(Visited 7 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

X

Pin It on Pinterest

X