Indonesia Siap Melawan Prancis Melalui WTO

Meskipun pemerintah Prancis telah menurunkan pajak progresif crude palm oil (CPO) dari semula € 300 menjadi € 90 per ton, tapi pemerintah Indonesia tetap akan mengadukan sikap negara Prancis ke badan pangan duania atau World Trade Organization (WTO)

Franky O. Widjaja, Chairman and CEO Golden Agro Resources (GAR) membenarkan bahwa pelaku idustri kelapa sawit di Indonesia siap melaporkan pihak Prancis ke WTO. Sebab menurut pelaku industri sawit yang dipermasalahkan bukan sekedar harga progresifnya tapi dipermasalahkan cara yang dipilih pemerintah Prancis dalam memberlakukan pajak ekspor CPO ini.

“Kami yang tidak suka adalah teriakan mereka sangat lantang soal ini,” jelas Franky
Terbukti, berdasarkan catatannya penyerapan CPO di negara Prancis hanya sekitar 400.000 ton, atau hanya 10% dari total ekspor CPO Indonesia ke Uni Eropa yang tiap tahun mencapai 4 juta ton. Angka tersebut terbilang sangat kecil jika dilihat dari volume ekspor.

Artinya, dalam hal ini Prancis memperlihatkan ketidakadilan dari negara maju kepada negara berkembang. Padahal, selama ini Indonesia telah berupaya dan berhasil mengembangkan produk kelapa sawit berkelanjutan atau sustainability palm oil lewat sertifikasi Indonesia Sustainability Palm Oil (ISPO).

“Jadi alasan Prancis menerapkan pajak progresif untuk produk sawit karena dianggap tidak ramah lingkungan patut di pertanyakan,” terang Franky.

Hal senada diungkapkan Deputi bidang Pertanian dan Pangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud bahwa Indonesia sangat serius akan mengadukan gugatan pemerintah Prancis ke WTO.

Tapi hal ini masih bersifat kondisional dengan catatan jika negoisasi bersifat buntu. Sebab yang diinginkan pelaku industri sawit di Indonesia adalah tidak adanya pengenaan pajak tambahan ekspor CPO sepeserpun. Bukannya penurunan pajak tambahan.

“Memang ada rencana seperti itu. Tapi kami tidak langsung mengajukan gugatan karena kami masih perlu menilai apa untung rugi menggugat ke WTO. Kami punya orang tepat untuk menganalisis hal tersebut,” pungkas Musdhalifah. YIN

(Visited 12 times, 1 visits today)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pin It on Pinterest